Di Vaksin…..Sudah Siapkah ?

Pemberian vaksin oleh Pemerintah sudah dilakukan secara bertahap. Pemberian vaksin pertama kali dilakukan pada hari Rabu, 13 Januari 2021 kepada Presiden Joko Widodo. Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac adalah vaksin corona yang berasal dari China. Sebelum kita membahas tentang Vaksin Sinovac, mari kita ketahui perbedaan antara vaksinasi dan imunisasi.

Banyak orang beranggapan bahwa imunisasi dan vaksinasi sebagai hal yang sama. Padahal sebenarnya vaksinasi dan imunisasi adalah dua hal yang berbeda meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksinasi adalah pemberian vaksin melalui disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu. Sedangkan, imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Cara Kerja Vaksin di Dalam Tubuh

Selain memahami perbedaan vaksinasi dan imunisasi, penting memahami cara kerjanya. Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui vaksinasi, umumnya mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, serta protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium.

Kandungan vaksin menimbulkan reaksi imunitas tubuh, yang dapat mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari. Proses ini merupakan proses imunisasi dalam tubuh.

Metode pemberian vaksin dalam imunisasi berbeda-beda. Sejumlah vaksin ada yang hanya diberikan sekali untuk seumur hidup dan ada juga yang perlu diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh terbentuk dengan sempurna. Meski lebih sering diberikan kepada anak-anak melalui imunisasi di puskesmas, sebetulnya vaksin bisa diberikan kepada orang dewasa sebagai bentuk imunisasi lanjutan, atau dengan jenis yang berbeda.

Beberapa Pertanyaan Tentang Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac menyebabkan seseorang terinfeksi Covid – 19, Benarkah bisa begitu ?

Beberapa hari terakhir muncul berita yang menyatakan ada pejabat yang terinfeksi Covid-19 setelah diberikan vaksin Sinovac. Berita ini menyebabkan keresahan dan bingung masayarakat. Faktanya, Vaksin sinovac yang sedang diuji klinis di Indonesia merupakan Vaksin virus Inaktif, yaitu virus yang tidak mempunyai kemampuan menginfeksi, sehingga TIDAK MENYEBABKAN orang terinfeksi Covid -19.  Vaksin membutuhkan waktu untuk memunculkan kekebalan setelah disuntikkan.

contoh : Timeline Vaksin Sinovac

Hari  – 0 : Dosis vaksin pertama

Hari – 7 : Imunitas mulai terbentuk

Hari – 14 : Dosis vaksin kedua

Hari – 28 : Imunitas penuh tercapai

( Kemungkinan munculnya Covid -19 LEBIH BESAR bila infeksi terjadi Sebelum Imuntas Penuh Tercapai )

Covid – 19 memiliki masa inkubasi 2 – 14 hari antara waktu terinfeksi dengan munculnya gejala. Terdapat periode pada masa Inkubasi dimana virus belum dapat terdeteksi bahkan oleh PCR. Jadi, kemungkinan yang bisa terjadi adalah vaksin diberikan saat seseorang sudah terinfeksi Covid – 19 dan sedang masa inkubasi.

Bolehkah Vaksin diberikan kepada seseorang yang pernah terinfeksi Covid – 19 ?

Orang yang pernah terinfeksi Covid – 19 merupakan kelompok orang yang saat ini belum bisa diberikan vaksin Covid – 19 di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di masayarakat mengenai alasan aturan tersebut. Secara medis , pertanyaan dari apakah tetap perlu di Vaksin bila sudah pernah terkena Covid – 19 adalah IYA, dengan alasan sebagai berikut :

  • Terdapat resiko “reinfeksi dengan keluhan yang lebih berat” pada orang yang sudah pernah terinfeksi Covid – 19
  • Imunitas yang muncul akibat infeksi alami bervariasi
  • Hingga saat ini belum diketahui pasti berapa lama imunitas yang muncul setelah terinfeksi Covid-19 dapat bertahan.

Apakah orang yang sudah di Vaksin boleh mendonorkan Plasma Darah ( Plasma Konvalesen ) untuk pasien Covid – 19 ?

Plasama konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari orang yang sudah sembuh dari suatu infeksi, dan darahnya mengandung antibodi terhadap infeksi tersebut, dalam kasus ini adalah antibodi untuk virus penyebab Covid – 19. Orang yang sudah di Vaksin boleh mendonorkan Plasma nya dengan syarat tertentu untuk memastikan agar plasma konvalesen yang diberikan pada pasien Covid -19 memiliki antibodi yang kuat sebagai respon imun untuk infeksi Covid – 19.

syarat orang yang sudah di Vaksin boleh mendonorkan plasma konvalesen adalah;

  1. Pernah memiliki gejala Covid-19 dan terbukti memiliki hasil PCR positif Covid-19
  2. Mendapatkan vaksin setelah pernah didiagnosis Covid-19
  3. Masih dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan setelah keluhan perbaikan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *