MGMP Matematika Gelar Kupas Tuntas AKM

MGMP MATEMATIKA SUB RAYON 04  JATISRONO BERKOLABORASI DENGAN MGMP RAYON KABUPATEN WONOGIRI GELAR KKG KUPAS TUNTAS AKM

Kolaborasi MGMP Matematika sub rayon 04 Jatisrono dengan MGMP Rayon Kabupaten Wonogiri gelar KKG kupas tuntas AKM secara virtual melalui Microsoft Teams. Gurit Wahyu Pramono selaku host membuka kegiatan pada pukul 9:00 WIB yang sebelumnya sudah memberikan rambu-rambu jalannya webinar, selanjutnya kendali acara diserahkan kepada Suyatmi selaku moderator. Mengawali acara dengan berdoa bersama dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya 3 Stansa.

Moh. Fatchurohman Al Fatah, Selaku Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Wonogiri, dalam sambutannya mengapresiasi keaktifan guru matematika Kabupaten Wonogiri dalam mengikuti kegiatan kolaboratif KKG Kupas Tuntas AKM yang diselenggarakan secara bersama oleh MGMP Matematika Sub Rayon Kabupaten Wonogiri. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pada pertemuan virtual yang pertama ini akan dipaparkan pengantar AKM oleh narasumber internal yang akan dilanjutkan dengan mengundang narasumber dari luar daerah pada pertemuan berikutnya.

Siti Zulaiha, Guru SMP Negeri 1 Baturetno, selaku narasumber menjelaskan salah satu yang menjadi latar belakang diadakan asesmen kompetensi minimum adalah berdasar peringkat PISA (Programme for International Student Assessment), Indonesia termasuk negara dengan peringkat terendah dan skornya stagnan selama 10-15 tahun terakhir. Demikian juga hasil yang diperoleh dari INAP (Indonesian National Assesment Programme) maupun AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia) kemampuan siswa di Indonesia masih rendah dalam penguasaan membaca, matematika maupun sains.

Asesmen Nasional 2021 yang merupakan pemetaan mutu pendidikan ditujukan kepada seluruh sekolah, madrasah dan jenjang kesetaraan. Mutu pendidikan tersebut diukur dengan 3 indikator yaitu AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif, survey karakter untuk mengukur sikap dan kebiasaan maupun nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif, survey lingkungan untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Pembentukan karakter pendidikan di Indonesia adalah Profil Pelajar Pancasila, yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif. Sasaran Asesmen Nasional adalah siswa, guru dan kepala sekolah imbuh narasumber. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab pada penghujung acara, dan terjadi diskusi menarik antara peserta dengan narasumber untuk mendapat kesamaan persepsi terkait dengan Asesmen Kompetensi Minimum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *